MIYU'S TRIP
 

Review Buku: Menikah Untuk Bahagia

 
menikah untuk bahagia
menikah untuk bahagia
menikah untuk bahagia

 
Review Buku
 

Tanggal Terbit: Januari 2013
 
Text Bahasa: Indonesia
 
Genre: ,
 
Author: ,
 
Publisher:
 
Gaya Bahasa
 
 
 
 
 


 
Alur Cerita
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 
5/ 5


User Rating
5 total ratings

 


Bottom Line

Buku Menikah Untuk Bahagia ini juga tidak berisi dogma mengenai ajaran agama tertentu, sehingga siapapun bisa membacanya.Menikah Untuk Bahagia is a book that really worth to read…

0
PostedJune 13, 2013 by

 
Full Article
 
 

Menikah Untuk Bahagia adalah sebuah buku yang awalnya saya tahu karena memfollow @Noveldy di twitter. Beliau adalah pakar relationship. Saya menyukai tweet yang Beliau posting dan tergerak untuk membaca bukunya secara utuh. Di buku Menikah Untuk Bahagia ini selain Noveldy sendiri menulis, juga terdapat tulisan dari sudut pandang Bunda Noveldy, sang istri. Pengalaman mereka dalam menjalani jatuh bangun biduk rumah tangga.

Menikah. Semua orang menginginkan menikah dan memiliki pernikahan yang cukup sekali dan seumur hidup hingga maut memisahkan. Itu pada orang yang normal. Meskipun menikah karena cinta, ternyata banyak pasangan yang akhirnya berpisah. Ukuran lamanya pernikahan juga tidak menjamin kelanggengan rumah tangga tersebut karena nyatanya banyak pasangan yang sudah menikah 15-20 tahun akhirnya berakhir di ketok palu hakim Pengadilan Agama.

Buku Menikah Untuk Bahagia ini ditampilkan dengan bahasa yang ringan. Tidak menggurui tapi pada banyak poin terasa sangat menampar. Saya yang belum menikah saja membacanya seperti berkaca dengan sifat dan karakter saya sekarang, setidaknya saya tahu apa yang harus saya perbaiki kelak jika saya menikah. Buku ini sangat bagus dibaca setiap orang baik yg masih lajang, sudah menikah, maupun yang pernikahannya di ujung kehancuran. Segala sesuatu memang amat baik jika dibekali dengan ilmu, sayangnya di dunia ini tidak ada sekolah yang mengajarkan tentang pernikahan. Setidaknya buku Menikah Untuk Bahagia ini bisa menjadi bekal dan refleksi diri.

Bagian yang paling membuat saya tertohok adalah ketika dibahas mengenai kecenderungan seseorang menyalahgunakan “terima aku apa adanya“. Prinsip ini ternyata acapkali menjadi boomerang bagi kelangsungan hubungan sepasang insan. Bentuk egoisme tersendiri ketika kita memaksa pasangan menerima kita apa adanya tanpa pernah berusaha menempatkan diri pada posisi apa yang sebenarnya pasangan kita butuhkan dan inginkan. Apalagi untuk hidup bersama bertahun-tahun, tentu jika kita terlalu memaksakan prinsip ini dan tidak mengubahnya dengan keikhlasan hati dan kesadaran penuh, hal ini menjadi sulit.

Menarik juga tentang bagaimana sebenarnya soulmate itu harusnya diciptakan, bukan sesuatu yang tiba-tiba hadir begitu saja. Dan bagaimana perubahan itu kadang butuh waktu dan kebesaran hati untuk dapat dinikmati hasilnya. Buku Menikah Untuk Bahagia ini juga tidak berisi dogma mengenai ajaran agama tertentu, sehingga siapapun bisa membacanya. Menikah Untuk Bahagia is a book that really worth to read…

Suka artikel ini? Klik tombol share di bawah ini dan tinggalkan komentar kakak yach. Lebih keren lagi kalau kakak follow dan likes Miyu untuk update artikel terbaru :*

olla bukanramlan

 
Avatar of olla bukanramlan


0 Comments



Be the first to comment!


You must log in to post a comment